Belajar Seumur Hidup


Subscribe:

My Blog List

Text Widget

Jumat, 15 April 2011

Lafal Al Mukmin

Lafal Al Mukmin mempunyai arti bahwa Allah, Dzat yang merupakan Sumber rasa aman dan keamanan dengan menjelaskan sebab-sebabnya dan menutup jalan-jalan yang menakutkan. Keamanan itu tidaklah terbayangkan kecuali di tempat-tempat yang menakutkan, dan tidak ada ketakutan kecuali pada kemungkinan ketiadaan, kekurangan, dan kebinasaan. Mu’min sejati ialah orang yang tidak membayangkan memperoleh rasa aman dan keamanan itu melainkan dari Allah SWT.

Dikatakan bahwa makna lain dari asma Allah Al Mu’min itu ialah yang membenarkan orang-orang pilihan-Nya dengan menampakkan mukjizat dan karamah yang menunjukkan kebenaran mereka, atau membenarkan bagi diri-Nya bahwa Dia benar dalam janji-Nya.

Keberuntungan seorang hamba dengan ism ini disyaratkan, bahwa makhluk lainnya merasa aman berada di sampingnya, bahkan semua orang yang ketakutan mengharap bantuannya untuk menolak kebinasaan dari dirinya, baik dalam urusan agama maupun dunianya, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang berbunyi:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka mestilah tetangganya merasa aman dari kejahatan-kejahatannya. ”

Hamba yang paling berhak atas ism Al-Mu’min ialah mereka yang menjadi sebab keselamatan makhluk dari siksaan Allah, dengan memberi petunjuk ke jalan Allah dan membimbing ke jalan keselamatan. Dan ini merupakan tugas para Nabi dan ulama. Karena itulah Nabi saw. bersabda:

“Sesungguhnya kamu berdesak-desakan di dalam neraka ibarat kupu-kupu, dan aku mengambilmu dengan memegang ikat pinggangmu!”

Sayyid ‘Abdul-Qadir Jailani telah berkata sebagai berikut: “Ketahuilah, bahwa kesamaan dalam nama itu tidak menuntut kesamaan dalam dzat. Dikatakan bahwa pada hari kiamat kelak ada penyeru menyerukan bahwa siapa yang mempunyai nama sama dengan nama salah seorang Nabi, ia disilakan memasuki surga. Di antara kaum itu ada orang-orang yang namanya tidak sama dengan nama para nabi, lalu Allah SWT berkata kepada mereka: ‘Aku Al-Mu’min, dan aku pulalah yang menamakan kamu kaum Mukminin!’ Maka akhirnya mereka pun memasuki surga dengan izin Allah SWT.”

Khasiatnya

Di antara khasiatnya adalah, jika seorang yang ketakutan berdzikir dengan ism ini sebanyak tiga puluh enam kali, niscaya amanlah diri dan hartanya.

sumber –> http://blog.muslim-indonesia.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Archive

footer widget

Poll

Blog Archive

Hadits

Udlubul ilma mahdi illal lahdi,

Connect With Us

Kota Prabumulih

Kota Prabumulih merupakan pemekaran wilayah Rambang Kapak Tengah I dan II. Adapun wilayah Lubai suku I dan II semula masuk wilayah kewedaaan ini, dilepas...

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Sponsor

Blogger news

Blogroll

footer widget

Blogger templates

Perantau di Perantauan

Blog ini dikelola seorang perantau Lubai di perantauan kota Bandar Lampung

Pautan blogku...

Bimbel Online...

Amar`lubai "Kajian Belajar"

Jumat, 15 April 2011

Lafal Al Mukmin

Lafal Al Mukmin mempunyai arti bahwa Allah, Dzat yang merupakan Sumber rasa aman dan keamanan dengan menjelaskan sebab-sebabnya dan menutup jalan-jalan yang menakutkan. Keamanan itu tidaklah terbayangkan kecuali di tempat-tempat yang menakutkan, dan tidak ada ketakutan kecuali pada kemungkinan ketiadaan, kekurangan, dan kebinasaan. Mu’min sejati ialah orang yang tidak membayangkan memperoleh rasa aman dan keamanan itu melainkan dari Allah SWT.

Dikatakan bahwa makna lain dari asma Allah Al Mu’min itu ialah yang membenarkan orang-orang pilihan-Nya dengan menampakkan mukjizat dan karamah yang menunjukkan kebenaran mereka, atau membenarkan bagi diri-Nya bahwa Dia benar dalam janji-Nya.

Keberuntungan seorang hamba dengan ism ini disyaratkan, bahwa makhluk lainnya merasa aman berada di sampingnya, bahkan semua orang yang ketakutan mengharap bantuannya untuk menolak kebinasaan dari dirinya, baik dalam urusan agama maupun dunianya, sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang berbunyi:

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka mestilah tetangganya merasa aman dari kejahatan-kejahatannya. ”

Hamba yang paling berhak atas ism Al-Mu’min ialah mereka yang menjadi sebab keselamatan makhluk dari siksaan Allah, dengan memberi petunjuk ke jalan Allah dan membimbing ke jalan keselamatan. Dan ini merupakan tugas para Nabi dan ulama. Karena itulah Nabi saw. bersabda:

“Sesungguhnya kamu berdesak-desakan di dalam neraka ibarat kupu-kupu, dan aku mengambilmu dengan memegang ikat pinggangmu!”

Sayyid ‘Abdul-Qadir Jailani telah berkata sebagai berikut: “Ketahuilah, bahwa kesamaan dalam nama itu tidak menuntut kesamaan dalam dzat. Dikatakan bahwa pada hari kiamat kelak ada penyeru menyerukan bahwa siapa yang mempunyai nama sama dengan nama salah seorang Nabi, ia disilakan memasuki surga. Di antara kaum itu ada orang-orang yang namanya tidak sama dengan nama para nabi, lalu Allah SWT berkata kepada mereka: ‘Aku Al-Mu’min, dan aku pulalah yang menamakan kamu kaum Mukminin!’ Maka akhirnya mereka pun memasuki surga dengan izin Allah SWT.”

Khasiatnya

Di antara khasiatnya adalah, jika seorang yang ketakutan berdzikir dengan ism ini sebanyak tiga puluh enam kali, niscaya amanlah diri dan hartanya.

sumber –> http://blog.muslim-indonesia.com

0 komentar:

Poskan Komentar